
Yogyakarta — Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), minat masyarakat untuk berwisata ke kawasan alam terbuka di Yogyakarta mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan pantauan di sejumlah titik wisata, kawasan Merapi kembali menjadi salah satu destinasi yang paling banyak diminati, terutama oleh rombongan komunitas, keluarga, hingga instansi yang mengadakan kegiatan akhir tahun.
Sejumlah operator wisata mencatat bahwa pemesanan untuk kegiatan bertema petualangan mulai meningkat sejak awal November. Fenomena ini dipengaruhi oleh kecenderungan wisatawan yang ingin mencari pengalaman liburan berbeda setelah setahun penuh menjalani aktivitas rutin.
“Setiap akhir tahun memang terjadi lonjakan permintaan. Banyak rombongan ingin menikmati suasana alam Merapi yang segar sambil mencoba aktivitas petualangan ringan,” ujar salah satu pelaku wisata.
Wisata Alam Jadi Pilihan Favorit
Kawasan Merapi menawarkan pengalaman liburan yang lengkap: udara sejuk, panorama pegunungan, hingga jalur-jalur yang memiliki nilai sejarah pasca-erupsi. Spot-spot foto bernuansa alam dan area dengan latar pegunungan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama generasi muda dan komunitas hobi dokumentasi perjalanan.
Selain memberikan hiburan, sebagian wisatawan juga memilih aktivitas ini karena memiliki unsur edukasi mengenai peristiwa Merapi dan kehidupan warga setempat yang bangkit kembali setelah bencana.
Rombongan Komunitas Ramaikan Kunjungan
Bukan hanya wisata keluarga, kunjungan dari komunitas, sekolah, dan perusahaan turut meramaikan aktivitas di kawasan Merapi. Salah satu rombongan, Komunitas Belajar Kapten Rusdyat Suru, terlihat melakukan perjalanan akhir tahun mereka dengan antusias. Mereka menikmati berbagai titik alam dan sejarah di sekitar Merapi sembari mengabadikan momen kebersamaan.
“Kami memilih liburan akhir tahun di Merapi karena suasananya seru dan memberikan pengalaman baru bagi anggota komunitas,” ungkap salah satu peserta.
Daya Tarik Petualangan Mulai Diburu Wisatawan
Aktivitas petualangan menjadi salah satu magnet utama di kawasan Merapi. Wisatawan dapat menikmati rute yang menantang namun tetap aman, pemandangan dramatis di sekitar jalur bekas erupsi, hingga sejumlah titik bersejarah yang kini menjadi lokasi wisata edukatif.
Pengalaman yang menggabungkan unsur petualangan, alam, dan sejarah inilah yang membuat wisata Merapi terus menjadi pilihan wisatawan menjelang libur panjang.
Pelaku Wisata Imbau untuk Booking Lebih Awal
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, para pelaku wisata mengimbau masyarakat agar melakukan pemesanan lebih awal untuk menghindari antrean panjang, terutama pada periode 23 Desember hingga awal Januari yang diprediksi menjadi puncak kunjungan.
“Kalau ingin menikmati pengalaman dengan nyaman, lebih baik booking jauh-jauh hari. Akhir tahun biasanya penuh,” kata seorang operator layanan wisata petualangan.
Momentum Liburan untuk Mengisi Energi Baru
Libur akhir tahun dianggap sebagai waktu paling tepat untuk melepas penat sekaligus menghabiskan momen bersama keluarga dan teman. Aktivitas luar ruang seperti yang ditawarkan kawasan Merapi diprediksi akan terus menjadi tren hingga awal 2026.
Dengan udara sejuk, pemandangan indah, dan pengalaman unik yang tidak ditemukan di tempat lain, kawasan Merapi dipastikan tetap menjadi salah satu tujuan liburan teratas bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
